Berita Metropolitan – PT Telkom terus memberikan dorongan untuk semua masyarakat Indonesia dapat menjadi masyarakat yang menikmati perkembangan jaman digital.
Berbagai macam cara sudah dilakukan oleh Telkom lewat anak-anak usahanya untuk bisa mewujudkan impian tersebut.
Direktur CS Telkom, Dian Rachmawan menuturkan bahwa jelang akhir 2015 kemarin, Telkom sudah mencapai angka 1 juta pelanggan IndiHome, yaitu terdiri dari layanan TV dan internet sekaligus.
Telkom, IndiHome.
Hal tersebut dianggapnya sebagai sebuah pencapaian Telkom yang sangat tinggi lewat Indonesia Digital Network.
Agar bisa memberikan layanan serta meraih hasil yang terus lebih baik di tahun 2016 ini, Dian mengatakan bahwa Telkom terus melakukan untuk pembangunan jaringan infrastruktur fiber optic (FO) dari sabang hingga merauke.
Jaringan untuk fiber optic itu menjamin kecepatan akses internet sampai dengan 100 Mbps di seluruh wilayah Indonesia.
Sekarang, infrastruktur backbone fiber optic Indonesia Digital Network telah mencakup banyak wilayah di Indonesia, dari Sumatera sampai dengan Papua dengan panjang hingga 70 ribu km.
Jaringan FO IndiHome jangkau 160 Kota
Menurut data yang Berita Metropolitan dapatkan, Jaringan FO tersebut sudah menjangkau sekitar 160 kota di semua wilayah Indonesia. Dari 160 kota itu, ada 60 kota besar dan 100 kota kecil.
Dengan pencapaian tersebut, sebagian besar masyarakat di Indonesia telah mendapatkan layanan internet IndiHome.
Bukan hanya itu saja, Telkom juga mengatakan bahwa terus berusaha agar bisa meningkatkan pelayanan untuk para pelanggan lewat peningkatan layanan instalasi IndiHome.
Gangguan yang ada pun diselesaikan dengan secepat mungkin agar pelayanan Telkom bisa memberi kepuasan terhadap pelanggan.
Walaupun jaringan IndiHome sudah menjangkau hingga 160 kota di semua wilayah Indonesia. Telkom mengatakan bahwa masih terus melakukan perluas layanannya untuk bisa meningkatkan pemerataan akses broadband di semua daerah Indonesia.
Daerah Terpencil dengan 100 Mbps
Pemasangan IndiHome.
Akses broadband yang diratakan itu tentu bakal sangat membantu semua daerah-daerah khususnya yang terpencil serta dapat meningkatkan perekonomian daerah.
FO menjadi salah satu solusi yang bisa memungkinkan pelanggan bisa menikmati akses internet hingga 100 Mbps.
Kecepatan itu tentu jauh lebih besar jika dibandingkan dengan kabel tembaga yang diketahui hanya dapat mencapai 5 Mbps saja.
Jaringan fiber optic itu menghasilkan koneksi yang jauh lebih stabil serta tak bisa terganggu dengan gelombang elektromagnetik, jaringan ini juga lebih aman dari serangan petir.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada pelanggan. Ini diharapkan dapat menjadi momentum yang baik dalam meningkatkan spirit, kerja keras dan kerja cerdas dari seluruh jajaran Telkom sehingga di tahun 2016 mendatang dapat memberikan layanan dan meraih hasil yang lebih baik lagi," tukas Dian.
Menanggapi pernyataan dari Telkom mengenai penggunaan internet hingga 100 Mbps merata di seluruh Indonesia, para netizen seakan tidak percaya.
Hal tersebut lantaran untuk kenyataannya memang penggunaan internet sepertinya masih akan sangat jauh dari kata menyeluruh di semua wilayah Indonesia.
Berikut kutipan Berita Metropolitan atas komentar dari sejumlah netizen tersebut:
Tanggapan Netizen.
Sejumlah netizen pun langsung menanggapi postingan tersebut dengan nada sindiran untuk Telkom, seperti di bawah ini:
Ihsan FUP 300GB speed 100mbps mampos petrik :v
Adi Purwanto yah,namanya 'cita cita' juga semua pengennya setinggi langit
Bayu Setiawan Kayanya belum bangun dri tidurnya
Randi SaPutra wkwkkw, di tinggal tidur itu udah habis FUP nya
Ada pula anggapan kalau Telkom IndiHome mengucapkan pernyataan yang cukup tidak masuk akal tersebut lantaran takut tersaingi dengan Balon Google.
Balon Google.
Project Loon atau balon internet Google diketahui sudah mengudara di Indonesia untuk dilakukan pengujian teknis.
Presdir dan CEO Indosat Ooredoo, Alexander Rusli menuturkan peluncuran itu sudah dilakukan sejak bulan Januari 2016 kemarin.
"Loon sudah mengudara sejak Januari kemarin untuk uji coba teknis. " terangnya dikutip Berita Metropolitan.
Selanjutnya, Alex mengatakan bahwa pihaknya tak dapat mengungkapkan secara detail soal hasil pengujian dari balon google tersebut.
"Tapi kami belum bisa ungkap sejauh mana result kecepatan balon Loon. Nanti akan ada evaluasi setelah selesai," tegasnya.
"Kami maunya ada commercial discussion. Bagi kami yang penting (dibahas) adalah area dan tarif. Kami ingin Loon ini nanti menjangkau area-area yang tak ada coverage Indosat," lanjutnya lagi.
Penulis: Indah Permata Sari
Source link